Polisi Jujur

Hoegeng Imam Santoso

Gus Dur Rahimahullah pernah bilang, "polisi jujur itu cuma ada tiga; polisi Hoegeng, patung polisi dan polisi tidur". ucapan beliau sebenarnya adalah untuk menyindir polisi yang sampai saat ini citranya masih belum bangun dari tiarap berkepanjangan. citra yang timbul akibat dari ketidak percayaan masyarakat terhadap institusi polisi. Kita semua tahu bagaimana polisi lebih memihak kepada kaum borjuis kelas atas dan penguasa. Sedangkan korbannya tentu saja rakyat kecil yang tidak memiliki uang banyak dan juga tidak punya kekuasaan apa-apa.

Saya sendiri baru tahu adanya polisi jujur dari perkataan Gus Dur bahwa kita pernah punya Kapolri Jujur. yang berani menindak semua pelanggar hukum, tidak terkecuali petinggi negara dan konglomerat. Tetapi sayang seribu sayang, kejujuran memang akan selalu menjadi musuh bagi kebatilan dan para penjahat. Pak Hoegeng diberhentikan secara mendadak, karena penguasa tidak suka dengan kejujuran beliau dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Saat beliau menjabat, banyak kasus menimpa anak-anak petinggi dan konglomerat hitam yang melanggar hukum seenaknya tanpa mendapat hukuman setimpal, sehingga pak Hoegeng dengan gagah berani menyeret mereka semua ke pengadilan tanpa peduli mereka adalah orang-orang yang dekat dengan penguasa saat itu. Al hasil pak Hoegeng berlapang dada dengan keputusan presiden memberhentikan beliau sebelum masa jabatannya habis. Bahkan saking jujurnya, pak Hoegeng tidak memiliki harta apa pun setelah di 'pensiun dini' kan, hanya rumah yang ditempatinya sebagai rumah dinas yang akhirnya dibelikan secara patungan oleh kapolda-kapolda yang bersimpati kepada beliau.

Tahun 2013 ini sebenarnya tahun menakutkan bagi polisi. karena banyaknya kasus petrus (penembak misterius) terhadap anggota polisi yang di Dor hingga tewas ditempat. Dari kasus ini banyak warga masyarakat yang berkomentar melalui situs berita online dengan nada yang mendukung petrus. Dari sini sebenarnya kita bisa tahu bagaimana citra polisi terbentuk di mata masyarakat.

Ke depannya, saya sebagai rakyat melata dan jelalatan. Hanya bisa berharap adanya kesatria piningit baru dari institusi POLRI yang berani membela semua pihak yang benar dan tidak memihak dalam penegakan hukum. Karena ksatria piningit POLRI terdahulu yaitu Bapak Hoegeng Imam Santoso telah tiada, tetapi akhlak beliau telah mengharumkan nama beliau ke tingkat tertinggi di benak masyarakat sebagai satu-satunya polisi jujur yang pernah hidup di negara ini.

Subscribe to receive free email updates: