Kisah Orang Yahudi Dikutuk Menjadi Kera

Kisah Orang Yahudi Dikutuk Menjadi Kera


Tidaklah Allah menurunkan Al-Quran itu melainkan sebagai petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. Banyak  sekali kisah didalam Al-Quran yang bisa menjadi pelajaran bagi kita, dengan tujuan agar  kita selalu berada di jalan-Nya. Dan tidak mengikuti jalan orang-orang yang sesat dan kafir. Berikut adalah kisah kaum yahudi yang melanggar aturan yang telah ditetapkan-Nya hingga mereka dikutuk menjadi kera yang hina.Keterangan tersebut disebutkan di dalam firman Allah SWT:;

"Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, 'Jadilah kamu kera yang hina'." (QS Al-Baqarah: 65)

"Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, 'Jadilah kamu kera yang hina'.” (QS Al-A”raf: 166)

Mereka termasuk dari kalangan bangsa Yahudi, yang hidup di masa lalu, jauh sebelum masa hidupnya nabi Muhammad SAW. Namun para mufassir sepakat yang dikutuk menjadi kera bukanlah seluruh bangsa yahudi. Kejadian itu hanya menimpa penduduk suatu desa saja, yang hidup di tepi pantai, di mana mata pencaharian mereka adalah menangkap ikan di laut. Allah melarang mereka untuk menangkap ikan di hari Sabtu, karena hari itu adalah hari khusus untuk beribadah.


"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik." (QS Al-A'raf: 163)

Namun mereka melanggarnya, karena Allah memang sengaja menguji mereka. Caranya, justru di hari Sabtu itulah ikan-ikan bermunculan dengan jumlah yang sangat banyak, tapi di selain hari Sabtu terlarang itu, ikan-ikan seolah lenyap dari laut.

Karena itulah sebagian dari penduduk desa itu melakukan kecurangan. Yaitu mereka memasang perangkap pada hari Jumat sore menjelang masuknya hari Sabtu. Pada hari Sabtu mereka tetap beribadah. Dan pada hari Minggu, perangkap-perangkap itu telah dipenuhi ikan. Cara yang mereka tempuh ini tetap dianggap sebuah pelanggaran juga. Dan oleh karenanya, mereka yang melakukannya dikutuk menjadi kera yang hina.

Ayat ini menyebutkan bahwa yang dikutuk menjadi kera bukan semua bani Israel (Yahudi), melainkan sebagian di antara mereka saja. Namun umumnya bani Israel memang tahu kisah tentang ini, sehingga ayat ini meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk menanyakan kisah kutukan jadi kera kepada bani Israel.

Bahkan di ayat berikutnya, ada keterangan lebih jelas lagi bahwa tidak semua penduduknya desa itu ikut jadi kera. Sebab ada sebagian dari merka yang tetap masih taat tidak melanggar larangan hari Sabtu. Mereka yang tidak dikutuk jadi kera ini adalah yang memberikan peringatan kepada mereka yang melanggar larangan.

"Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik." (QS. Al-”raf: 165).

Kisah ini hanya sebuah contoh untuk kita jadikan pelajaran bahwa  menjauhi larangan-Nya itu lebih utama daripada mematuhi perintah-Nya. seperti kisah diatas, toh kaum yahudi itu tetap beribadah dihari sabtu tetapi mereka 'mengakali' peraturan Allah SWT dengan memasang perangkap ikan, dan mereka akhirnya dikutuk.

Tetapi jangan pula dijadikan pijakan sebagai alasan menghindar dari kewajiban agama , "ah gua ga usah sholat, yang penting gua ga maksiat".

Menjalankan shalat, puasa, zakat, haji adalah hal yang utama, tetapi menghindari perbuatan dosa adalah lebih utama.

Subscribe to receive free email updates: