Fabiayyi Aaalaa i Robbikumaa Tukadzdzibaan


"Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?"

Itu sepenggal ayat dari Surah Ar Rahman yang di sebut berulang-ulang. Ketika saya pertama kali membaca surah ini, air mata tak terasa mengalir. Seakan Allah Sang Penguasa Alam Semesta menegur saya secara langsung. Nikmat Ku yang manakah yang kamu dustakan? Semua sudah Ku berikan untuk kepentinganmu. Ku hamparkan bumi yang luas untuk kau jadikan tempat tinggal, Ku curahkan hujan agar bumi tetap hijau dan kamu dapat memakan tanamannya, dan Ku cukupkan semua kebutuhanmu.

Allah menegur, karena manusia tidak pernah atau hanya sedikit dalam bersyukur.  Yang sering kita lakukan adalah mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Selalu merasa tidak cukup dan tidak puas dengan kehidupan.

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur”.  QS. Al-Mu'minuun : 78

Sebuah TEGURAN juga harus disertai dengan ANCAMAN.  Ambil contoh seorang salesman yang ditegur atasannya karena tidak memenuhi target penjualan, atasannya pun juga akan memberi ancaman berupa pemecatan jika terulang lagi.

Maka cukuplah hadits dan ayat Quran dibawah ini sebagai ANCAMAN bagi orang-orang yang tidak mau bersyukur dan selalu berorientasi pada dunia.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"”. QS. Ibrahim:7

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”

“Barangsiapa yang menjadikan dunia (sebagai) ambisinya, niscaya Allah cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran (kemiskinan) menghantui kedua matanya dan Allah tidak memberinya harta dunia kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095)

Subscribe to receive free email updates: