Ayah Berhati Batu

kejam

Di Samarinda belum lama ini, terkuak kasus paling kejam. Seorang ayah tega membunuh empat orang anak kandungnya. Ke empat anak tersebut dibunuhnya saat masih berusia antara 2 bulan sampai 4 bulan.

Anak pertama umur 1 bulan tewas di bekap bantal, anak kedua umur dua bulan tewas di cekik, anak ke empat tewas dibekap hidungnya saat umur 3 bulan, dan anak kelima tewas karena dicekoki minyak jelantah lalu ditenggelamkan saat berumur 4 bulan.

Kasus ini justru terungkap karena sang ayah dilaporkan ke polisi dengan kasus memperkosa anak kandungnya selama satu tahun. Dan ternyata masih ada anaknya yang bungsu yang menderita gangguan mental karena sering disiksa sang ayah.

Saya tidak mempunyai kapasitas untuk menghukumi si ayah tersebut, apakah akan masuk neraka paling bawah atau tidak. Yang saya persoalkan adalah anak-anaknya. Saya pribadi juga seorang ayah dengan 5 orang anak, sangat kesal dan marah mendengar berita seperti ini.

Kemanakah hati nuraninya hingga tega membunuh anak kandung sendiri dan tega memperkosanya. Terlepas dengan alasannya yang mengatakan bahwa perilakunya seperti itu karena trauma masa kecil yang sering disiksa di dalam keluarganya.

Saat ayah-ayah yang lain berlomba-lomba memberi yang terbaik untuk anak-anaknya, ia malah membunuhi anaknya. Saat ayah-ayah yang lain menjadi malaikat penjaga bagi putri-putrinya, ia malah memperkosa putrinya sendiri.

Tapi dari kasus seperti ini, Allah Swt ingin kita memahami hikmah apa yang terkandung agar peristiwa ayah berhati batu seperti ini tidak terulang kembali, minimalnya tidak di lingkungan kita sendiri.

Pembelajaran yang saya dapatkan dalam kasus ini adalah sebagai berikut :
  1. Sayangilah anak-anak anda dengan perlakuan yang baik, hingga ketika mereka berumah tangga, mereka juga akan memperlakukan anak-anaknya sebagaimana perlakuan yang mereka dapatkan dari kita sebagai orang tua.
  2. Bersilaturahim dengan tetangga-tetangga. Dengan seringnya interaksi dan komunikasi antar tetangga, kita bisa tahu kesulitan-kesulitan mereka, yang mungkin juga bisa kita bantu. Si ayah bengis itu ternyata tidak pernah bergaul dengan tetangga.
  3. Ajari anak anda dengan moral agama seperti; menyayangi, saling bantu, bersabar, senyum, saling sapa, dan seterusnya.
  4. Biasakan anak perempuan tidur dengan memakai pakaian tidur yang panjang, dalam arti jangan sampai terlihat auratnya ketika tidur. Dan berikan kamar khusus perempuan, jangan dicampur dengan anak laki-laki.
Ingin rasanya saya tonjok dan tendang tuh muka si ayah bengis. emosional mode on... arrghhh

Subscribe to receive free email updates: