WASPADA, VIRUS ZIKA MENGANCAM KITA




Dunia kesehatan beberapa akhir ini diguncang dengan penyebaran virus baru yaitu virus zika. Virus Zika merupakan Flavivirus kelompok Arbovirus bagian dari virus RNA. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang aktif pada siang hari. Penamaan virus zika ini berasal dari nama sebuah hutan di Uganda yaitu hutan Zika, dimana pertama kali virus ini berhasil diisolasi pada tahun 1984. Sejarah penyebaran penyakit ini dimulai pada tahun 1950-an, virus zika sudah menyebar di beberapa daerah kecil di Afrika dan Asia, setelah itu pada tahun 2014 mulai menyebar ke daerah Samudera Pasifik hingga Polinesia Prancis hingga pada tahun 2015 dan awal tahun 2016 mulai menyebar dan menjadi endemi di daerah Amerika latin.

Bagi masyarakat yang tentunya masih awam akan keberadaan virus zika ini harus berhati-hati mulai sekarang melihat akhir-akhir ini jumlah kasus infeksi demam berdarah yang semakin meningkat terutama di musim penghujan seperti sekarang ini. Hal ini karena penyebab infeksi demam berdarah juga merupakan nyamuk Aedes Aegypti yang juga menjadi media penular virus Zika itu sendiri. Gejala awal virus Zika sama seperti infeksi virus pada umumnya dimana orang yang terkena virus ini akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi. Namun ada beberapa perbedaan dengan infeksi virus demam berdarah, pada infeksi ini mata penderita akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis dan merasakan sakit kepala. Selain itu berdasarkan hasil pemerikasaan darah biasanya gejala virus Zika ini ditandai dengan penurunan kadar sel darah putih namun tidak diikuti dengan penurunan kadar trombosit seperti yang terjadi pada infeksi demam berdarah. Gejalanya yang hampir mirip inilah yang membuat virus Zika ini sering kali tidak terdeteksi lebih dini.

Virus Zika ini mulai banyak diperbincangkan oleh kalangan media internasional dan nasional sejak virus ini menjadi endemi di Brasil , infeksi virus Zika ini dihubungkan dengan terjadinya kelahiran bayi dengan kepala yang kecil (mikrosefalus). Menurut pemberitaan dari CNN sepanjang tahun 2015 hingga awal tahun 2016 telah ditemukan 4000 kasus bayi dengan mikrosefalus. Jadi ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala tadi sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu. 

Karena kasus inilah pada tanggal 15 Januari 2016, pemerintah Amerika melalui US Centers for Disease Control and prevention (CDC) memberikan travel alert buat warganya yang sedang menjalani kehamilan atau sedang berencana untuk hamil untuk menunda melakukan perjalanan ke negara-negara yang positif terjangkit virus Zika. Berdasarkan informasi terkini ada 18 negara Amerika Latin dan Karibia yang melaporkan adanya infeksi virus Zika ini antara lain Brasil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan Venezuela.

Semua masyarakat Indonesia hendaknya tetap waspada kemungkinan penyebaran virus Zika ini, mengingat laporan terakhir ada warga jambi yang telah terinfeksi virus Zika. Apalagi hingga saat ini vaksin untuk virus ini belum ada. Pengobatan sementara bersifat suportif, istirahat cukup, banyak minum, jika demam minum obat penurun panas dan tetap mengonsumsi makanan yang bergizi. Selain itu melakukan pencegahan alangkah lebih baik terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini. Pencegahan dapat dilakukan sama seperti pencegahan infeksi demam berdarah yaitu melalui kegiatan pemberantasan sarang jentik nyamuk dan soasialisakan 3 M (Mengubur,Mengurus dan Menutup) yang sudah menjadi slogan Kemenkes.




Subscribe to receive free email updates: