Apa Itu Difteri?

gejala difteri


Belum lama ini booming berita sakit difteri bahkan menjadi isu nasional hingga di tetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebenarnya tidak perlu panik jika kita tahu apa itu difteri, penyebabnya dan bagaimana cara menghindarinya.

APA ITU DIFTERI

Difteri merupakan infeksi dari bakteri yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan, dan dapat juga mempengaruhi kulit. Penyakit ini menular dan termasuk penyakit infeksi serius yang dapat mengancam jiwa.

Tercatat 3.353 kasus sakit difteri yang dilaporkan dari tahun 2011 sampai tahun 2016 dan menempatkan Indonesia urutan ke-2 dunia setelah India sebagai negara dengan kasus difteri terbanyak.

PENYEBAB DIFTERI

Penyakit Difteri disebabkan oleh bakteri yang bernama Corynebacterium diphtheriae. Ada beberapa cara penularan yang harus kita waspadai,yaitu:
  • Terhirup percikan ludah penderita difteri di udara pada saat penderita bersin atau batuk. Ini adalah cara penularan difteri yang paling banyak terjadi.
  •  Barang-barang yang secara tidak sengaja terkontaminasi oleh bakteri difteri, contohnya mainan atau handuk.
  •  Bersentuhan langsung pada luka akibat difteri di kulit penderita.
Cara kerja bakteri difteri adalah dengan menghasilkan racun yang membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, hingga menjadi sel mati. Sel mati ini yang membentuk membrane/ lapisan tipis abu-abu didalam tenggorokan. Dan racun yang dihasilkan berpotensi menyebar di dalam aliran darah dan dapat merusak jantung, ginjal, hingga sistem saraf.

GEJALA DIFTERI

Difteri memiliki masa inkubasi/ rentang waktu antara dua hingga lima hari sejak bakteri masuk ke tubuh hingga gejala muncul.

Gejala-gejala penyakit difteri ini antara lain:
  • Tubuh menjadi demam dan menggigil.
  • Terlihat lapisan tipis abu-abu pada tenggorokan dan pada amandel.
  •  Sakit tenggorokan dan suara menjadi serak.
  •  Sulit bernapas atau napas tersengal-sengal
  •  Terlihat pembengkakan kelenjar limfe di leher.
  •  Selalu merasa lemas dan lelah.
  •  Hidung pilek. Pada awalnya cair, lalu kental dan bercampur darah.
Difteri dapat menyerang kulit dan bisa menyebabkan luka seperti borok.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak sadar bahwa dirinya sudah terinfeksi.

CARA MENGHINDARI DIFTERI

Biasakan hidup sehat dengan selalu mencuci tangan sebelum makan, menjaga lingkungan rumah tetap bersih, tidak melakukan kontak atau bersentuhan langsung dengan orang yang terduga difteri dengan luka borok dan gunakan masker jika ingin keluar rumah

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau keluarga anda terlihat menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus secepatnya diobati untuk mencegah komplikasi yang berujung pada kematian.



Subscribe to receive free email updates: