Penyebab Kegagalan ; #2 Penyakit Excusitis Intelegensia

penyebab gagal


Setelah excusitis kesehatan, maka excusitis intelegensia juga yang paling banyak dijadikan alasan mengapa seseorang itu gagal dalam hidupnya. Berbeda dengan excusitis lainnya, orang-orang yang mengidap penyakit ini menderita secara diam-diam. Tak banyak orang yang terus terang mengakui bahwa mereka itu tidak begitu pintar. Biasanya mereka merasakannya didalam hati. Dan menganggap bahwa kegagalan mereka untuk sukses adalah karena mereka kurang pintar.

Secara umum kita melakukan dua kesalahan besar mengenai intelegensi kita ;

1. Kita meremehkan kekuatan otak kita, dan

2. Kita menganggap terlalu hebat intelegensi orang lain

Sehingga kita menganggap diri kita kurang berharga. Tak mampu menangani situasi-situasi yang berat karena merasa intelegensinya tidak sampai.

Padahal menekuni suatu bidang—tugas, proyek--- sampai selesai tuntas adalah jauh lebih baik dan menguntungkan daripada memiliki intelegensi jenius tapi bermalas-malasan.

Sikap yang positif, optimistis, kerjasama, perhatian dan semangat adalah factor yang menentukan kesuksesan seseorang, bukan Cuma intelegensi.

Banyak sekali orang dengan intelegensi yang tinggi tetapi gagal dalam hidup karena intelegensi yang tinggi itu tidak diimbangi dengan sikap yang benar.

SOLUSI

1. Jangan meremehkan kecerdasan anda sendiri dan jangan menganggap terlalu tinggi kecerdasan orang lain. Temukan bakat-bakat anda yang unggul dan hargai diri anda sendiri. Ingat, bukan jumlah IQ yang anda punya yang penting, tetapi bagaimana cara anda menggunakan potensi otak anda secara maksimal.

2. Ingat hal ini beberapa kali setiap hari; “sikap anda lebih penting daripada kecerdasan anda”. Praktekan di rumah, di kampus, di kantor. Lihatlah hal-hal yang bisa anda lakukan, jangan melihat kepada sebab mengapa anda tak bisa lakukan. Kembangkan sikap “saya akan sukses” , dan lupakan jumlah IQ anda.

Gunakan kemampuan otak anda untuk berpikir daripada kemampuan mengingat-ngingat fakta. Einsten pernah ditanya, “berapa mil satu kilometer itu?” jawabnya ; “saya tak tahu, mengapa mengisi otak saya dengan fakta-fakta yang mudah sekali ditemukan didalam kamus”. Gunakanlah pikiran anda untuk berkreasi dan mengembangkan gagasan-gagasan.

Subscribe to receive free email updates: